image-header
Insight ID 21 December 2021

Tren Mobile Banking & Digital Banking di Era Digital Saat Ini

Manusia kini telah memasuki era digital. Peran teknologi begitu kental dan hampir bisa dijumpai di semua lini kehidupan. Dengan adanya teknologi mobile banking, bertransaksi kini jadi jauh lebih mudah.

Seiring dengan perkembangan teknologi, tren digital banking dan pemanfaatan mobile banking semakin marak dijumpai. Alasan utamanya tentu adalah soal kemudahan. Mobile banking dan digital banking membuat transaksi menjadi jauh lebih praktis dan lebih cepat. Namun sebelum melangkah lebih jauh, apa itu mobile banking dan digital banking?

 

Apa Itu Mobile Banking dan Digital Banking?

Istilah mobile banking dan digital banking semakin lazim terdengar, kini semakin banyak kalangan masyarakat yang mulai menggunakannya. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih salah mengartikan keduanya. Bahkan banyak yang menganggap bahwa keduanya sama.

 

Digital Banking

Istilah digital banking umumnya lebih merujuk pada pihak perbankan. Hal tersebut tidak terlepas dari pengertian digital banking itu sendiri, yakni perpindahan layanan bank dari konvensional atau offline ke digital (internet).

Jadi tanpa harus bertatap muka secara langsung, nasabah bisa menggunakan layanan perbankan secara lebih mudah. Kini, sudah mulai banyak pihak perbankan yang mengadopsi ke ranah digital.

Beberapa layanan tersebut antara lain transfer uang, pembayaran tagihan, penyimpanan uang, penarikan uang, permintaan uang hingga manajemen rekening. Digital banking bahkan telah merambah ke layanan pembuatan rekening baru. Berkat digital banking inilah, nasabah bisa mengakses rekening tanpa harus pergi ke mana-mana.

 

Mobile Banking

Berbeda dengan digital banking, istilah mobile banking lebih merujuk pada layanan keuangan yang hadir dalam bentuk transaksi finansial. Dengan berbekal smartphone atau tablet, nasabah bisa melakukan transaksi finansial, seperti transfer bank hingga belanja online.

Mobile banking juga kerap disebut dengan istilah online banking. Meski demikian, jangan salah artikan antara mobile banking dengan internet banking ya..

Antara keduanya, ada beberapa perbedaan yang sangat fundamental. Saat ini, hampir semua bank menyediakan layanan mobile banking sebagai pelengkap SMS banking.

Namun karena hadir sebagai layanan tambahan, tidak semua layanan perbankan tersedia di mobile banking. Biasanya, layanan yang tersedia hanya layanan-layanan yang paling sering digunakan oleh pengguna.

 

bedanya digital banking dan mobile banking

 

Perbedaan Digital Banking dengan Mobile Banking

Karena sama-sama hadir di ranah digital, digital banking dan mobile banking kerap di salah pahami dan dianggap sebagai layanan yang sama. Padahal, digital banking dan mobile banking adalah dua hal yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara keduanya.

 

1.    Bentuk Eksistensi

Digital banking pada dasarnya merupakan salah satu bentuk digitalisasi dari bank. Karena itu, digital banking tidak merujuk pada jenis layanan tertentu melainkan layanan perbankan secara umum. Dalam digital banking, semua layanan perbankan 100% bisa dilakukan secara jarak jauh.

Di sisi lain, mobile banking lebih tepat disebut sebagai bentuk layanan tambahan yang disediakan oleh bank. Nasabah dapat menikmati beberapa layanan yang disediakan oleh pihak bank lewat smartphone atau tablet.

 

2.    Cakupan Layanan

Digital banking pada dasarnya merujuk pada semua layanan perbankan yang hadir dalam format digital. Karena itu, semua layanan yang diberikan bisa diakses secara jarak jauh dengan berbekal gadget dan koneksi internet. Cakupan layanan yang diberikan juga sangat luas.

Mulai dari membuka rekening hingga manajemen rekening, semua bisa dilakukan tanpa harus datang ke bank fisik. Mobile banking merupakan jenis layanan pelengkap dari bank. Karena itu, cakupannya lebih terbatas. Layanan yang disediakan biasanya hanya layanan-layanan vital dan paling sering digunakan.

Beberapa contoh layanan yang dicakup mobile banking diantaranya adalah transfer uang dan membayar tagihan. Sedangkan untuk layanan-layanan lain, seperti membuka rekening baru, semua itu masih harus dilakukan secara offline atau dengan menggunakan layanan lain yang disediakan oleh pihak bank terkait.

 

3.    Tujuan

Mobile banking pada dasarnya lebih fokus pada transaksi. Layanan ini hadir sebagai jalan untuk menuju cashless society. Dengan mobile banking, semua transaksi bisa dilakukan langsung dari smartphone atau tablet. Berbeda dengan mobile banking, digital banking pada dasarnya merupakan bentuk baru dari bank.

Dengan kata lain, digital banking menghadirkan layanan perbankan dalam bentuk digital. Semua layanan offline tidak termasuk dalam digital banking. Semuanya layanan perbankan tersedia secara digital dan dapat diakses tanpa harus bertatap muka secara langsung.

 

4.    Biaya Administrasi

Digital banking merupakan bentuk baru dari bank yang hadir dalam format digital. Karena itu, digital banking tidak menyediakan layanan offline. Kalaupun ada kantor cabang, biasanya fungsinya bukan untuk menyediakan layanan perbankan.

Itulah kenapa tidak ada keharusan untuk membuka kantor cabang. Hal ini membuat biaya operasional digital banking relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan bank konvensional yang masih menyediakan layanan offline. Sebagai akibatnya, biaya administrasinya juga relatif lebih rendah.

Di sisi lain, mobile banking merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh bank konvensional. Kantor fisik yang menyediakan layanan perbankan masih ada. Jadi biaya administrasi yang dibebankan mengikuti biaya yang ditetapkan oleh pihak bank.

 

tren digital banking dan mobile banking bersama Telkomsel DigiAds

 

Tren Digital Banking dan Mobile Banking di Tengah Masyarakat

Di kalangan masyarakat, digital banking dan mobile banking bukanlah hal yang baru. Banyak yang telah menggunakannya. Di masyarakat perkotaan, adopsi keduanya bahkan terlihat lebih jelas. Bahkan transaksi digital semakin lazim dijumpai, baik saat berbelanja online maupun saat berbelanja secara offline.

Adopsi digital banking dan mobile banking seakan semakin dipercepat di masa pandemi. Physical distancing mendorong masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan interaksi fisik. Banyak orang yang lebih memilih berbelanja online. Sebagai akibatnya, pembayaran juga dilakukan secara online.

Transaksi uang elektronik mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai transaksi uang elektronik (UE) bahkan meningkat menjadi Rp 24,8 triliun atau meningkat 43,66% secara year on year (yoy).

Di sisi lain, nilai transaksi digital banking bahkan mengalami peningkatan yang lebih pesat. Per Agustus 2021, nilai transaksinya meningkat sebesar 61,80% atau mencapai Rp 3.468,4 triliun.

Salah satu transaksi non-tunai yang sering dilakukan masyarakat adalah transaksi card payment e-commerce. Misalkan Bank Mandiri, transaksi tersebut berkontribusi 30% dari total transaksi kartu. Secara keseluruhan, sedikitnya Bank Mandiri mencatat transaksi digital e-channel bank hingga Rp 2.500 triliun lebih atau meningkat 20% lebih secara yoy.

Dari big data Bank Mandiri, terlihat bahwa peningkatan transaksi digital tertinggi ada pada top up dompet digital yang tumbuh 9,5 kali di tahun 2021. Pembayaran Pegadaian juga naik 8,7 kali, pembayaran Samsat 4,4 kali, pembayaran pajak 3,7 kali, tagihan air minum 2,1 kali dan pembayaran zakat naik 1,9 kali.

Di sisi lain, Bank Tabungan Negara (BTN) juga mencatat pertumbuhan transaksi digital. Per Agustus 2021, transaksi digital di Bank BTN tumbuh 48,4% secara yoy. Transaksi tersebut didominasi oleh transaksi mobile banking yang tumbuh sebesar 89,7% secara yoy.

Bank BCA (Bank Central Asia) juga mencatat peningkatan transaksi internet banking hingga 33% dan mobile banking sebesar 66% yoy. Hal ini membuat transaksi internet banking yang tadinya 750 juta transaksi menjadi 1 miliar transaksi. Di sisi lain, transaksi mobile banking BCA juga naik dari 1,41 miliar transaksi menjadi 2,35 miliar transaksi per bulan Juni 2021.

Dari data yang dicatat oleh bank-bank di Indonesia, peningkatan transaksi digital diyakini masih akan berlanjut. Di Indonesia sendiri, pertumbuhannya diperkirakan mencapai USD 124 biliun pada tahun 2025.

 

rasakan kemudahan mobile banking bersama Telkomsel DigiAds

 

Nikmati Kemudahan Mobile Banking dengan Telkomsel DigiAds

Pergeseran menuju transaksi non-tunai adalah sebuah kepastian. Ini adalah perubahan yang tidak terhindarkan dan tidak dapat dibatalkan. Untuk itu, beradaptasi dengan keadaan adalah satu-satunya jalan untuk bertahan. Bukan hanya bagi masyarakat secara umum, para pelaku usaha juga harus melakukan hal yang sejalan.

Adopsi mobile banking tentu bukan perkara yang mudah. Bagi pelaku usaha, adopsi tersebut bisa mengubah banyak hal, termasuk kebiasaan bahkan sistem yang selama ini sudah berjalan. Untuk itu, dibutuhkan perhitungan yang matang. Di sinilah Telkomsel DigiAds hadir mengambil peran, baik melalui SMS/USSD Banking ataupun aplikasi REDI.

 

1.    SMS/USSD Banking

Telkomsel DigiAds menyediakan layanan mobile banking berbasis SMS ataupun USSD. Melalui layanan Telkomsel mobile banking, Anda bisa membuat transaksi perbankan via SMS dan USSD *141#.

Lewat SMS banking, Anda bisa mengirim informasi terkait transaksi perbankan melalui SMS kepada pelanggan. Sedangkan dengan USSD banking, Anda bisa membantu pelanggan agar bisa mengakses akun bank melalui smartphone lebih mudah.

Selain SMS dan USSD, Telkomsel DigiAds juga menyediakan layanan IVR Banking yang bisa mengotomatisasi layanan customer service agar selalu siap melayani nasabah selama 24 jam dalam sehari.

 

2.    REDI

Aplikasi REDI merupakan sebuah solusi mobile banking yang diciptakan untuk memudahkan pelanggan mengelola rekening yang dimiliki.

Tidak hanya satu rekening, REDI juga bisa digunakan untuk mengelola beberapa rekening yang dimiliki. REDI telah dibekali dengan berbagai fitur yang akan memudahkan pengguna dalam bertransaksi.

Beberapa fitur yang tersedia diantaranya adalah merchant transactions, scan QR code, money transfer, split bill dan reminder transaction. Setiap transaksi diproses melalui USSD atau SMS banking.

Pengguna dapat menyesuaikannya dengan nomor telepon yang dimiliki. Transfer uang, membayar tagihan listrik, tagihan kartu kredit, tiket pesawat hingga pembelian secara kredit dapat dilakukan dengan aplikasi REDI.

Agar terhindar dari denda keterlambatan, pengguna juga dapat mengaktifkan fitur reminder transaction. Selain itu, REDI juga memungkinkan pengguna untuk split bill. Dengan fitur ini, pengguna dapat berbagi tagihan secara cashless.

Perubahan yang terjadi tidak seharusnya direspons dengan sikap antipati. Justru sebaliknya, perubahan tersebut harus disambut dengan cara dirangkul.

Saat semakin banyak masyarakat yang mengadopsi teknologi mobile banking, pelaku bisnis juga harus melakukan hal serupa. Jika tidak demikian, pelanggan justru akan merasa dipersulit untuk hal-hal yang sebenarnya sudah ada solusi mudahnya.

Sebagai respons atas perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, pelaku bisnis harus bisa memberikan fasilitas pembayaran yang memadai. Baik bisnis online maupun offline, fasilitas pembayaran digital sama-sama harus disediakan.

Transaksi perbankan kini memang jauh lebih mudah. Meski demikian, tidak semua pelaku bisnis dan pelanggan membutuhkan solusi yang sama. Untuk mendapatkan solusi terbaik, penting untuk memahami kebutuhan dan memilih solusi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Untuk kemudahan dan pengalaman mobile banking terbaik, Telkomsel DigiAds punya solusinya!

Related Solutions
Image placeholder
Messaging

Layanan iklan berbasiskan text dengan menggunakan media sms untuk melanjutkan ke layanan utama.

Lihat Solusi Produk
Image placeholder
Display

Layanan iklan berbasiskan gambar & video pada situs yang dikunjungi oleh target konsumen saat browsing

Lihat Solusi Produk
Related Solutions
Messaging

Layanan iklan berbasiskan text dengan menggunakan media sms untuk melanjutkan ke layanan utama.

Lihat Solusi Produk
Display

Layanan iklan berbasiskan gambar & video pada situs yang dikunjungi oleh target konsumen saat browsing

Lihat Solusi Produk